Breaking News :
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Tanda Tanda Kamu Berbakat Menjadi Orang Sukses

bakat sukses

Sebagian besar topik kewirausahaan yang dibicarakan hanya seputar figur pengusaha terkenal, etika kerja, kegigihan hingga disiplin dan semua aspek yang dapat menentukan karakter seorang pengusaha sukses.
Satu hal yang menjadi garis besar yang menghubungkan para pengusaha sukses dengan kesuksesan adalah mereka tidak mempercayai apa yang dikatakan orang lain tentang diri mereka, dan apa yang dipersepsikan orang lain akan diri mereka.

Di bawah ini, 10 hal yang merupakan pertanda jika kamu sesungguhnya juga dapat menjadi seorang pengusaha walaupun bagi sebagian orang dianggap bukanlah sesuatu hal yang patut untuk diteladani,

1. Kamu membenci keadaan yang memihak pada status quo
Jika kamu tidak menyukai keadaan yang terjadi saat ini, dan menurut kamu keadaan yang ‘normal’ adalah sesuatu yang menjengkelkan, berbahagialah karena kamu memiliki salah satu karakter pengusaha sukses.
Keadaan yang stagnan, mengalir mengikuti arus atau hanya sekedar mengikuti kawanan adalah sesuatu yang sangat membosankan dan menghambat kamu untuk dapat mencapai peningkatan dalam hidup, sehingga diperlukan suatu terobosan untuk mengubah keadaan tersebut. Menjadi pengusaha adalah salah satu jalan terbaik yang dapat kamu lakukan.

2. Kamu cenderung mudah mengalami kebosanan dalam pekerjaan
Kamu adalah seorang yang mudah menemukan diri kamu terjebak dalam lingkaran kebosanan dalam ritual pekerjaanmu saat ini, dan rekan kerja mulai menganggap diri kamu sebagai sumber masalah. Pernahkah kamu membaca tentang riwayat Bill Gates yang kini menjadi salah satu orang terkaya di dunia?
Kerajaan bisnis yang dibangunnya saat ini ternyata berawal dari kebosanannya saat kuliah sehingga membuatnya memutuskan untuk berhenti mengejar gelar dan kini kita semua tentu mengakui keberhasilan gemilang yang didapatnya.
Kamu tidak perlu merasa bersalah atas kebosanan yang kamu miliki setiap mengerjakan sesuatu hal yang dirasa tidak akan memberikan tantangan atau meningkatkan kemampuan kamu secara maksimal.

3. Dipecat dari pekerjaan
Resumemu penuh dengan daftar riwayat pekerjaan di tempat sebelumnya, sebagian besar dikarenakan kamu adalah pribadi yang terlalu kreatif sehingga menyulitkanmu dalam kerja tim dan menyebabkan kamu harus mengemas pekerjaanmu lebih sering daripada orang lain.
Kamu tidak pernah menyukai keadaan dimana kamu hanya menjadi sekedar penggembira di kantor, karena kamu selalu ingin menciptakan sesuatu yang dapat menginspirasi dan berkontribusi bagi banyak orang.

4. Dikategorikan sebagai seorang pemberontak
Kamu selalu mengambil posisi sebagai pihak berlawanan pada setiap ketentuan atau peraturan yang diberikan. Sensasi yang kamu rasakan sebagai pemberontak segala aturan menempatkanmu selalu dalam keadaan yang kreatif dan mencari berbagai terobosan baru dalam kehidupan dan pekerjaanmu.

5. Melawan pihak yang berkuasa
Kamu memiliki sejarah panjang dalam hidupmu sebagai pribadi yang tidak pernah mematuhi perintah orang tua, guru dan atasanmu . Selain itu kamu juga tidak menyukai keadaan sebagai pihak yang harus menerima semua peraturan dalam kelompok atau komunitas tempat kamu berada.

6. Memiliki kesiapan untuk meningkatkan apapun yang ada dalam hidupmu
Kamu selalu melihat bagaimana kamu dapat melakukan segala sesuatu dengan baik. Sebagai contoh, kamu mampu memberikan saran bagi orang lain tentang apa yang dapat kamu lakukan lebih baik bagi mereka, walaupun kamu tidak diminta. Kamu selalu memiliki berbagai pilihan untuk dapat memberikan orang lain kemudahan dalam hidup mereka.

7. Kamu tidak mampu berbasa-basi
Kamu memiliki kesulitan untuk membangun suatu percakapan ringan yang dapat membuat banyak orang nyaman. Sebuah sapaan alakadarnya dan berbasa-basi adalah sebuah kegiatan yang menurut kamu hanya membuang waktu dan tidak membuat kamu sendiri nyaman berada di dalamnya.

8. Menjadi bahan ejekan pada masa kecil dan remajamu
Sebagian besar figur pengusaha dan tokoh terkenal ternyata memiliki riwayat menjadi korban kekerasan verbal di masa kecil atau remaja mereka. Namun kejadian pahit ini tidak menghalangi mereka untuk meneguhkan tekad dan membuktikan potensi dirinya kepada semua orang.
Jika kamu pernah mengalami peristiwa seperti ini, janganlah khawatir. Ingatlah Edison, misalnya. Tanpa keteguhan niat dan mental baja yang dimiliki lulusan kelas 4 SD ini, hari ini tentu kita tidak akan pernah merasakan nikmatnya hidup dalam dunia teknologi yang berawal dari sebuah lampu pijar yang ditemukannya.

9. Obsesif
Kamu dinilai sebagai pribadi yang obsesif ketika kamu telah memulai sesuatu yang sulit untuk kamu tinggalkan. Kamu tidak peduli berapa banyak cibiran dan ejekan yang Anda terima walaupun banyak orang menilai apa yang kamu lakukan adalah sebuah kesia-siaan.
Para pengusaha sukses yang memuncaki daftar orang terkaya di dunia mengalami hal yang serupa pada awal karir mereka. Howard Schultz salah satu contoh dari mereka yang tetap berpegang teguh pada prinsip awal yang dikerjakan dalam membangun Starbucks walaupun keluarganya telah berulangkali membujuknya untuk berhenti.

10. Tidak pernah merasa puas akan keadaanmu saat ini
Kamu sering merasakan ketidaknyamanan dalam hidupmu dan selalu berpikir akan apa yang dapat kamu perbuat untuk mengubahnya. Hal inilah yang kemudian memotivasimu untuk mengeluarkan jiwa kewirausahaan dalam diri kamu hingga mendapatkan apa yang kamu impikan dalam kehidupanmu.

Rahasia Sukses Bangsa Jepang

rahasia sukses jepang

Setelah Hiroshima dan Nagasaki luluh lantak terkena bom atom sekutu (Amerika), Jepang pelan tapi pasti berhasil bangkit. Mau tidak mau harus diakui saat ini Jepang bersama China dan Korea Selatan sudah menjelma menjadi macan Asia dalam bidang teknologi dan ekonomi. Alhamdulillah saya mendapat kesempatan 10 tahun tinggal di Jepang untuk menempuh studi saya. Dalam artikel sebelumnya saya mencoba memotret Jepang dari satu sisi. Kali ini, saya mencoba merumuskan 10 resep yang membuat bangsa Jepang bisa sukses seperti sekarang. Tentu rumusan ini di beberapa sisi agak subyektif, hanya dari pengalaman hidup, studi, bisnis dan bergaul dengan orang Jepang di sekitar perfecture Saitama, Tokyo, Chiba, Yokohama. Intinya kita mencoba belajar sisi Jepang yang baik yang bisa diambil untuk membangun republik ini. Kalau ditanya apakah semua sisi bangsa Jepang selalu baik, tentu jawabannya tidak. Banyak juga budaya negatif yang tidak harus kita contoh. Berikut ini 10 resep sukses orang Jepang,

1. KERJA KERAS
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan. Di kampus, professor juga biasa pulang malam (tepatnya pagi), membuat mahasiswa nggak enak pulang duluan. Fenomena Karoshi (mati karena kerja keras) mungkin hanya ada di Jepang. Sebagian besar literatur menyebutkan bahwa dengan kerja keras inilah sebenarnya kebangkitan dan kemakmuran Jepang bisa tercapai.

2. MALU
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Bagaimana mereka secara otomatis langsung membentuk antrian dalam setiap keadaan yang membutuhkan, pembelian ticket kereta, masuk ke stadion untuk nonton sepak bola, di halte bus, bahkan untuk memakai toilet umum di stasiun-stasiun, mereka berjajar rapi menunggu giliran. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

3. HIDUP HEMAT
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00. Contoh lain adalah para ibu rumah tangga yang rela naik sepeda menuju toko sayur agak jauh dari rumah, hanya karena lebih murah 20 atau 30 yen. Banyak keluarga Jepang yang tidak memiliki mobil, bukan karena tidak mampu, tapi karena lebih hemat menggunakan bus dan kereta untuk bepergian. Termasuk saya dulu sempat berpikir kenapa pemanas ruangan menggunakan minyak tanah yang merepotkan masih digandrungi, padahal sudah cukup dengan AC yang ada mode dingin dan panas. Alasannya ternyata satu, minyak tanah lebih murah daripada listrik. Professor Jepang juga terbiasa naik sepeda tua ke kampus, bareng dengan mahasiswa-mahasiswanya.

4. LOYALITAS
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan. Kota Hofu mungkin sebuah contoh nyata. Hofu dulunya adalah kota industri yang sangat tertinggal dengan penduduk yang terlalu padat. Loyalitas penduduk untuk tetap bertahan (tidak pergi ke luar kota) dan punya komitmen bersama untuk bekerja keras siang dan malam akhirnya mengubah Hofu menjadi kota makmur dan modern. Bahkan saat ini kota industri terbaik dengan produksi kendaraan mencapai 160.000 per tahun.

5. INOVASI
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah. Mobil yang dihasilkan juga relatif lebih murah, ringan, mudah dikendarai, mudah dirawat dan lebih hemat bahan bakar. Perusahaan Matsushita Electric yang dulu terkenal dengan sebutan “maneshita” (peniru) punya legenda sendiri dengan mesin pembuat rotinya. Inovasi dan ide dari seorang engineernya bernama Ikuko Tanaka yang berinisiatif untuk meniru teknik pembuatan roti dari sheef di Osaka International Hotel, menghasilkan karya mesin pembuat roti (home bakery) bermerk Matsushita yang terkenal itu.

6. PANTANG MENYERAH
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia. Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita. Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo. Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen). Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan).

7. BUDAYA BACA
Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institut penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan. Saya biasa membeli buku literatur terjemahan bahasa Jepang karena harganya lebih murah daripada buku asli (bahasa inggris).

8. KERJASAMA KELOMPOK
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok”. Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.

9. MANDIRI
Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

10. JAGA TRADISI
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan. Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena ”hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Mungkin seperti itu 10 resep sukses yang bisa saya rangkumkan. Bangsa Indonesia punya hampir semua resep orang Jepang diatas, hanya mungkin kita belum mengasahnya dengan baik. Di Jepang mahasiswa Indonesia termasuk yang unggul dan bahkan mengalahkan mahasiswa Jepang. Orang Indonesia juga memenangkan berbagai award berlevel internasional. Saya yakin ada faktor “non-teknis” yang membuat Indonesia agak terpuruk dalam teknologi dan ekonomi. Mari kita bersama mencari solusi untuk berbagai permasalahan republik ini. Dan terakhir kita harus tetap mau belajar dan menerima kebaikan dari siapapun juga.

Inilah Pola Pikir Penghambat Kreativitas

pola pikir penghambat sukses

Hambatan untuk sukses sebenarnya banyak disebabkan oleh pribadi masing-masing. Misalnya kebiasaan menanamkan pola pikir yang menghambat kreativitas seperti berikut ini.

Aku bosan
Merasa bosan identik dengan berhenti melakukan aktivitas yang seharusnya diselesaikan. Padahal sebenarnya Anda bisa lebih menggali potensi diri dan memunculkan ide kreatif dari hal yang sebelumnya tidak terduga saat bosan.

Aku benci
Kata benci sifatnya sangat kuat. Sehingga sekali Anda memikirkannya, otak akan secara otomatis mengelak segala hal yang sudah termasuk dalam peringkat benci. Sebaiknya katakan kurang tertarik, lantas temukan hal yang bisa menarik perhatian untuk memunculkan kreativitas.

Aku tidak bisa
Jangan pernah berkata tidak bisa ketika berusaha. Sebab sekali Anda menanamkan pola pikir seperti itu, tubuh akan menolak segala hal yang sedang Anda usahakan. Katakan Anda pasti bisa demi meningkatkan kepercayaan diri.

Aku tidak punya waktu
Sesungguhnya orang-orang yang merasa kehabisan waktu dan menganggap 24 jam terlalu singkat adalah mereka yang gagal membagi waktunya sendiri. Jadi jangan berpikir Anda tidak punya waktu saat akan melakukan sesuatu.

Itu bukan salahku
Memang sulit rasanya mengakui kesalahan. Namun jika Anda tidak pernah mengaku atas kesalahan yang diperbuat, selamanya Anda akan terjebak dalam perasaan yang tidak nyaman. Kreativitas pun terhambat karena Anda gagal berpikir secara jernih.

Itulah berbagai pola pikir yang menghambat kreativitas. Hilangkan semuanya dari dalam kepala Anda untuk meraih kesuksesan!

Ini Dia Tipe Kepribadian Berdasarkan Golongan Darah

Golongan darah manusia dibagi menjadi empat, yakni O, A, B dan AB. Berdasarkan golongan darah ini, kita dapat menilai kepribadian atau karakter seseorang. Bahkan di beberapa negara, ada orang-orang yang mempercayai golongan darah telah menentukan karir seseorang sejak ia lahir. Berikut bahasan kepribadian seseorang terkait atas golongan darahnya.
kepribadian menurut golongan darah
Kepribadian atau Karakter Menurut Golongan Darah Secara Umum
Berikut merupakan kerpribadian-kepribadian orang berdasar kepada golongan darah secara umumnya. Tapi hal ini tidak menentukan secara pasti kepribadian seseorang, karena setiap manusia merupakan kepribadian yang unik dan tidak dapat dinilai hanya berdasar kepada golongan darah ini. Deskripsi kepribadian berikut ini hanya dapat dijadikan referensi secara garis besar.

Kepribadian Golongan Darah O:
Orang yang memiliki golongan darah O, mempunyai karakter atau kerpibadian yang paling fleksibel dibandingkan tipe darah lain. Hal ini menyebabkan golongan darah ini dikatakan yang paling dapat bertahan dalam keadaan apapun.

Orang bertipe golongan darah ini sering tidak memiliki keinginan kuat akan suatu tujuan, hal ini disebabkan karena ketidakjelasan tujuan mereka. Jika mereka sudah memiliki peluang/keinginan akan tujuan mereka, orang dengan golongan darah O tersebut akan berusaha meraih hal tersebut dengan memberikan semua kemampuannya.

Golongan darah O dikatakan memiliki karakter yang terbuka, energik, dan sosial tetapi mereka susah untuk menerima orang yang baru mereka kenal ke lingkup pertemenan mereka. Mereka juga suka menjadi pusat perhatian dan mereka disukai karena kejujuran dan rasa percaya diri mereka.

Tipe golongan darah O ini dianggap merupakan jenis darah yang paling baik di beberapa negara, contohnya seperti Jepang. Walaupun ada yang mengatakan bahwa golongan darah O merupakan golongan darah dengan temperamen yang sensitif, suka mengikuti orang dan tidak berpendirian, mereka juga dikatakan merupakan golongan darah yang memiliki sifat kepemimpinan paling besar.

Kepribadian Golongan Darah A:
Tipe golongan darah A jika diminta untuk melakukan suatu pekerjaan, mereka akan berusaha keras untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan rapi dan baik. Orang-orang puas dengan pekerjaan mereka karena karakter tipe golongan darah A yang tenang, sabar, bertanggung jawab dan selalu merencanakan segala sesuatunya.

Orang bertipe golongan darah A ini biasanya pemalu dan tidak suka untuk berada dalam keramaian, tetapi mereka sopan dan bertanggung jawab. Hal ini disebabkan karena mereka adalah orang yang selalu serius, cukup sensitif, dan susah untuk beradaptasi akan perubahan yang cepat.

Orang dengan tipe golongan darah A adalah orang yang perfeksionis dalam pekerjaan mereka, dan juga artistik. Mereka selalu berhati-hati dalam pekerjaan mereka agar tidak terjadi kesalahan, merencanakan segala sesuatunya sebelum melakukan sesuatu.

Kepribadian Golongan Darah B:
Tipe Golongan darah B tidak suka untuk berada dalam keadaan dimana mereka harus melakukan sesuatu yang tidak mereka lakukan atau mereka tahu mereka akan kalah. Karena hal ini, mereka selalu menjadi spesialis di pekerjaan mereka, tetapi mereka kurang dapat diajak bekerja sama.

Orang bergolongan darah B dikatakan suka menyepelekan keadaan sehingga mereka selalu santai. Mereka juga tidak suka dengan peraturan yang mengikat mereka, dan mereka selalu melakukan apa yang mereka inginkan. Walaupun mereka selalu berbicara terang-terangan tanpa memikirkan orang lain, mereka disukai oleh sifat 'blak-blakannya' ini.

Walaupun mereka kurang mempertimbangkan perasaan orang lain, mereka adalah golongan darah yang dapat dipercaya dalam sebuah relasi.  

Kepribadian Golongan Darah AB:
Orang bertipe golongan darah AB dikatakan mempunyai ruang dunia mereka sendiri dan mereka tidak menyukai jika ada yang masuk ke dalam hal tersebut. Mereka adalah golongan darah yang paling susah diprediksi dan selalu berubah-ubah tergantung atas mood mereka.

Di sisi lain, orang bertipe golongan darah AB dikatakan sangat bertanggung jawab dan mudah dipercaya. Hal ini mungkin disebabkan karena golongan darah AB yang selalu rasional dan suka menganalisa sesuatu.

Dalam relasinya, orang dengan tipe golongan darah AB ini sangat pintar dalam mekritik seseorang secara terang-terangan, hal ini dapat menyakit tapi juga membangun seseorang. Terakadang mereka berpikir mereka lebih superior di antara yang lain, tapi mereka sangat mengangumkan dalam bernegosiasi.

Golongan darah AB, dikatakan merupakan golongan darah terburuk di Jepang karena mereka suka melakukan pekerjaan mereka dalam cara mereka sendiri dan suka untuk lari dari persoalan. Bahkan dalam kelompok kerja perusahaan, orang-orang tidak suka bekerja bersama mereka. Hal ini mungkin disebabkan karena kepribadian mereka yang susah diprediksi, tetapi jika seseorang sudah mengenal mereka lebih baik mereka adalah orang yang sangat bertanggung jawab.

Penelitian:
  1. Golongan Darah O - Queen Elizabeth II, Elvis Presley, Saito Hajime (Anime Samurai X)
  2. Golondan Darah A - Britney Spears, Jet Li, Haruno Sakura (Anime Naruto)
  3. Golongan Darah B - Leonardo Dicaprio, Paul McCartney, Uzumaki Naruto (Anime Naruto)
  4. Golongan Darah AB - Park Jin Young (JYP), Jackie Chan, Uchiha Sasuke (Anime Naruto)
Berikut merupakan penjabaran tipe kepribadian golongan darah berdasar pada beberapa kategori,

Sering terlambat pada saat janjian:
  1. B (terlalu santai)
  2. O (flamboyan)
  3. AB (mudah mengganti kegiatan)
  4. A (selalu disiplin)
Yang paling banyak menjadi direktur dan pemimpin:
  1. O (berjiwa kepemimpinan dan suka memecahkan masalah)
  2. A (tekun dan teliti)
  3. B (sensitif dan cepat ambil keputusan)
  4. AB (kreatif dan berani beresiko, tetapi sulit untuk mengerti pemikirannya)
Yang tidurnya paling nyenyak dan susah dibangunkan:
  1. B (tetap nyenyak walaupun ada Bencana Alam)
  2. AB (jika sedang kepingin, tidur adalah segalanya)
  3. A (tidur minimal 8 jam, sangat disiplin)
  4. O (baru tidur kalau memang capek dan dibutuhkan)
Yang paling panjang umur:
  1. O (tidak gampang stres dan memiliki antibodi yang baik)
  2. A (hidupnya disiplin dan teratur)
  3. B (mudah cari hiburan untuk menghilangkan stres)
  4. AB (berantakan)
Yang paling disukai untuk menjadi teman:
  1. O (sportif)
  2. A (selalu on time dan teratur)
  3. AB (kreatif atau penuh dengan ide)
  4. B (sangat moody)
Penyakit yang mudah menyerang:
  1. A (Stres dan pusing)
  2. B (lemah terhadap flu dan penyakit paru-paru)
  3. O (gangguan pencernaan dan mudah sakit perut)
  4. AB (kanker dan serangan jantung)
Walaupun memang secara umum, karakter atau keripadian seseorang tidak berbeda jauh dari penjabaran yang disebutkan di atas, namun setiap orang itu unik dan kepribadian mereka tidak dapat disamakan secara persis dengan penjabaran di atas. Ini disebabkan oleh berbagai faktor yang mempengaruhi setiap orang, yakni keluarga, pertemanan, masyarakat sekitar, dan sosialnya.

Tanda-tanda Anda Memiliki Bakat Miskin

bakat miskin
Miskin dan kaya bukannya suatu takdir? koq malah bawa-bawa bakat? Akan tetapi keadaan seseorang bisa berubah loh kalo orang tersebut mau merubah kebiasaan buruk yang melekat didalam dirinya, tidak perlu  sekaligus, anda bisa lakukan sedikit demi sedikit.

Nah berikut ini adalah tanda-tanda jika anda memiliki bakat miskin sehingga anda bisa merubahnya satu persatu untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi,
  • Begitu dapet gaji, yang ada di pikirannya adalah gue mau beli apa aja ya? Kan masih tanggal muda nih…
  • Bingung, kok uang di kantong masih banyak ya?
  • Meng-inventaris temen-temen yang menjadi tempat ngutang.
  • Tidak rela menunda kesenangan, jadi tidak akan terasa telah menghabiskan uang sendiri secara berlebihan.
  • Bergembiranya hanya seminggu setelah gajian.
  • Rela beli barang-barang yang mahal padahal nggak terlalu penting.
  • Sudah jelas sumber uang masuk cuma satu yaitu gaji, ehhh… Uang keluar dari 20 saluran.
  • Bertemannya dengan orang-orang yang gak punya semangat hidup, minim motivasi, gairah sukses nol besar.
  • Tidak menghargai jerih payahnya sendiri yang sudah capek kerja sebulan.
Copyright © 2012 Marlique Proudly powered by Evobig Blogger